Pendeta Tong Minta Jemaat taat Pada Firman

TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON — Ribuan jemaat dari berbagai denominasi gereja di Sulawesi Utara tumpah ruah di Lapangan Parasamya Walian, Kecamatan Tomohon Selatan untuk mengikuti Kebaktian Pembaruan Iman Nasional dengan tema “Bertobatlah, mengapa harus binasa�, Rabu (3/7) malam. Sejak dimulai, para jemaat tampak kusyuk dan setia menyimak pesan Firman Tuhan yang disampaikan oleh Pendeta Stephen Tong.


“Kalau mau jadi pemimpin, baik gubernur, wali kota, maupun bupati, jadilah pemimpin yang baik, jangan jadi pemimpin korupsi. Karena jika jadi pemimpin korupsi, maka pemimpin tersebut tidaklah lebih baik dari rakyat jelata, dan pasti akan masuk neraka,� jelas Pendeta Tong saat menyampaikan khotbah kepada jemaat malam itu.

Ia meminta seluruh jemaat yang percaya untuk tetap hidup jujur, taat pada Firman Tuhan, dan rendah hati, agar selalu diberkati dalam kehidupan sehari-hari. “Hiduplah dalam kejujuran dan kerendahan hati, karena Tuhan memberkati orang-orang seperti itu,� ungkapnya.
Pendeta Tong juga tak lupa mengajak jemaat untuk terus mewartakan kebenaran Firman Tuhan seperti yang dicontohkan Yohanis
Pembaptis, dimanapun berada kendati banyak keterbatasan yang dimiliki. “Kita harus mencontoh Yohanes Pembaptis dalam mewartakan Firman Tuhan, meski tak ada orang yang mendukung, tak memiliki sound system seperti saat ini, tapi ia tetap berdiri dan berteriak dipinggir sungai dan padang belantara untuk menyatakan kebenaran, karena ia selalu bersandar kepada Tuhan. Jangan bangga dengan materi atau gedung mewah, karena yang utama bukanlah itu, tapi iman kita kepada Tuhan,� tegasnya.


Pada kesempatan itu, Pendeta Tong juga mengutus para pemuda yang hadir untuk selalu taat dan setia pada panggilan pelayanan untuk memuliakan Tuhan Yesus Sang Juru Selamat. Arthur Rumengan, Sekretaris Umum Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM mengaku bangga dengan terlaksananya kegiatan tersebut, sambil berharap seluruh jemaat yang hadir dapat terus mengalami pertumbuhan iman, sehingga menjadi garam dan terang bagi sesama. “Mudah-mudahan panggilan yang kita alami saat ini, tidak menjadi panggilan berulang-ulang, tapi hanya sekali saja, sehingga kita menjadi penginjil yang dapat mendatangkan sukacita bagi banyak orang dimana pun kita berada,� tuturnya.
Janjte Sajouw, Bupati Minahasa yang juga menjadi Ketua Panitia Kebaktian Pembaruan Iman Nasional percaya bahwa suksesnya kegiatan tersebut, mengindikasikan bahwa Tuhan benar-benar memberkati dan melawat tanah Minahasa.

http://manado.tribunnews.com/2013/07...at-pada-firman

baik2lah kalian pada pemimpin !!!!