Mistik Seputar Capres 2014: Jokowi ‘titisan’ Soekarno, Prabowo ‘titisan’ Soeharto?

Megawati Anggap Jokowi Penerus Soekarno
JUM'AT, 06 SEPTEMBER 2013 | 15:16 WIB



TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta yang juga kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Joko Widodo, membacakan "Dedication of Life" Presiden pertama Indonesia, Soekarno. Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri beralasan menyuruh Jokowi karena merupakan generasi penerus Soekarno.

"Kenapa 'Dedication of Life' yang membaca adalah Jokowi karena sebuah makna generasi," kata Megawati sebelum membacakan pandangan politik dalam Rapat Kerja Nasional PDI Perjuangan, Jumat, 6 September 2013. Pernyataan Mega ini langsung disambut tempik sorak dan tepuk tangan dari seluruh peserta Rakernas. "Pak Jokowi mendapatkan getaran itu."

Meski Soekarno membangun bangsa, kata Mega, dia dilengserkan dan pemikirannya tidak ditempatkan sebagai posisi sentral di Indonesia. Menurut dia, seharusnya pemikiran Soekarno diteladani oleh seluruh generasi bangsa.
http://www.tempo.co/read/news/2013/0...nerus-Soekarno

Megawati: Jokowi Punya Getaran seperti Bung Karno
Jumat, 6 September 2013 | 15:36 WIB


Joko Widodo

JAKARTA, KOMPAS.com — Pidato politik Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno dalam forum Rapat Kerja Nasional III (Rakernas III) menjadi panggung bagi Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Pasalnya, Mega memuji Jokowi berkali-kali. Salah satunya, Jokowi dianggap Mega memiliki getaran layaknya proklamator Bung Karno. Pujian Mega ini bermula dari ceritanya soal berita dalam surat kabar hari ini. Mega mengaku terhenyak saat membaca berita. "Saya biasa baca koran pagi-pagi, tapi tadi saya terhenyak tapi setelah itu saya tersenyum karena di dalam ulasannya disebutkan saya diminta jadi ibu bangsa dengan alasan bla-bla-bla," ucap Mega.

Mega mengaku tersanjung akan sebutan Ibu Bangsa dan sekaligus bingung. Presiden kelima RI itu mempertanyakan tentang makna dari sebutan Ibu Bangsa. "Saya tersanjung tapi rasa penghormatan itu terlalu dini disematkan di pundak saya," katanya. Menurut Mega, sebutan itu lebih pantas disematkan kepada bapak proklamator, Bung Karno. "Saya ajak untuk merenung sejenak, bagaimana nasib Bung Karno. Nah makanya, tadi saya rasa Pak Jokowi mendapatkan getaran itu," puji Megawati. Kembali, tepuk tangan gemuruh di ruangan Econvention Ancol. Seluruh pengurus PDI Perjuangan menyambut pujian Mega atas Jokowi itu. "Loh buat apa tepuk-tepuk tangan, baru dapat getaran loh. Belum habis kok sudah begitu (tepuk tangan). Itu namanya reaktif," imbuhnya.
http://nasional.kompas.com/read/2013...rti.Bung.Karno

Misteri 21 Juni: Jokowi Titisan Soekarno?
21/06/2013 17:37


Jokowi

Citizen6, Jakarta: Apa yang menarik dari 21 Juni? Tahun 1970 Brazil menjuarai gelar piala dunia untuk ketiga kalinya, Ada juga 21 Juni 2006, dimana Satelit baru Pluto ditemukan secara resmi dan dinamai Nix dan Hydra. Di Indonesia tanggal 21 Juni memiliki relasi kuat pada dua sosok tokoh populer namun beda zaman. Tanggal 21 Juni 1970 adalah tanggal yang menyedihkan bagi bangsa Indonesia. Karena pada tanggal itu, seorang putra terbaik bangsa telah memejamkan mata untuk selamanya. Dia adalah Soekarno Putra Sang Fajar si Penyambung Lidah Rakyat. Bukan hanya Indonesia yang kagum dengan sepak terjangnya melainkan juga dunia. Pidatonya yang berjudul “ Indonesia Menggugat “ telah membuka mata dunia, tentang siapa dirinya. Pidatonya yang keras dan berapi-api menjadi ciri khasnya yang sulit untuk disamakan.

Pada tanggal yang sama di desa Srambatan, Surakarta tahun 1961. Lahir pula seorang anak laki-laki dari pasangan suami istri Noto Mihardjo dan Sujiatmi Notomiharjo. Bayi mungil itu diberi nama Joko Widodo. Tak ada yang menyangka, orang deso itu, yang sering disapa Jokowi kini menjadi orang no.1 di Jakarta. Apakah ada hubungan antara Soekarno dengan Joko Widodo? Jika dikaitkan dengan fenomena keilmuan Astrologi, secara kebetulan mempunyai Zodiak yang sama, Gemini. Soekarno lahir pada tanggal 6 Juni sedangkan Jokowi 21 Juni. Bukan itu saja, shio mereka juga sama. Soekarno lahir tahun 1901 dan Jokowi 1961 keduanya bershio Kerbau.

Gemini adalah simbol kecerdasan, memiliki banyak akal. Komunikasi dan bahasa sangat penting bagi mereka. Mereka memiliki kemampuan berkembang dan belajar yang tinggi. Umumnya para Gemini tidak stabil, reaksi terhadap situasi ditentukan oleh mood mereka. Bagi Gemini, keragaman adalah penyedap kehidupan. Mereka menikmati hasil yang mereka capai lewat kerja keras mereka sendiri. Gemini tidak menyukai rutinitas. Pengetahuan, pikiran yang cepat dan kepandaian jelas terlihat pada zodiak ini. Mereka mudah berubah-ubah. Simbol ini memiliki pesona alami dan energi karisma yang menarik semua zodiak. Mereka memiliki banyak ide yang dapat membuat kita tertarik, namun mereka cenderung cepat bosan jika mereka berada di sekitar orang yang tidak dapat mengikuti jalan pikiran mereka, dana cepat berpindah ke suatu tempat dimana orang di sekitarnya dapat mengikuti jalan pikiran mereka. Mereka biasa menikmati hidup mereka dan jarang melihat kembali kebelakang.

Gemini dikenal dengan spontanitasnya dan kemampuan mereka berbicara mengenai segala hal. Mereka energik dan murah hati. Sikap plin plan mereka terkadang menyulitkan. Kamu tidak akan pernah tahu apa yang mereka pikirkan dan apa yang akan mereka lakukan. Cobalah bertanya pertanyaan yang sama pada hari berikutnya, maka kamu akan mendapatkan jawaban yang berbeda setiap harinya. Terkadang hal ini dapat membuatmu putus asa, namun dapat juga mempesonamu. Shio kerbau adalah salah satu dari ke-12 shio yang ada dalam penanggalan Tionghoa. Orang yang bershio kerbau cenderung keras kepala, pekerja keras, jujur, dan agak pemarah. Kebanyakan orang bershio Kerbau selalu mengutamakan kesempurnaan dalam bekerja, dan mengharapkan orang lain juga berbuat hal yang sama. Hal ini yang menyebabkan orang lain sering berselisih paham dan tidak suka dengannya.

Orang Gemini yang bershio Kerbau mempunyai karakter mulia hatinya dan suka menolong. Soekarno dan Jokowi memiliki kesaman yang begitu erat bila dilihat dari setiap tindakan mereka. Soekarno begitu merakyat, begitu juga Jokowi. Yang membedakan hanya cara berpidatonya, Soekarno berapi-api, Jokowi lemah lembut. Tetapi, bila kita berbicara ketegasan, keduanya mempunyai ketegasan yang sama. Tegas pada hal yang benar dan berpihak pada rakyat. Bisa jadi, Jokowi adalah titisan Soekarno yang sesuai dengan jaman kekinianya. Tak perlu banyak bicara yang penting adalah tindakan
http://news.liputan6.com/read/619174...tisan-soekarno

5 Kemiripan Jokowi dengan Obama
Senin, 5 November 2012 12:07:47







Empat tahun lalu, Barack Obama menghipnotis publik Indonesia. Jelang Pemilihan Presiden AS, Indonesia dilanda Obamamania. Di SD Menteng tempat Obama pernah menimba ilmu, digelar nonton bareng pemilihan Presiden AS yang mempertarungkan Obama dengan John McCain. Obama menang dan gegap gempita ikut merasuki Indonesia. Saat ini, Obama akan kembali bertarung dalam Pilpres AS melawan Mitt Romney. Polling menunjukkan Obama berimbang dengan lawannya Mitt Romney. Namun, Obamamania seperti redup di Indonesia. Kali ini, publik lebih terkesima dengan pesona Joko Widodo, atau Jokowi, Gubernur DKI Jakarta yang baru mengalahkan Fauzi Bowo dalam Pilgub DKI. Berikut 5 kemiripan Obama dan Jokowi.
http://presiden2014.com/news/index.p...ersi-wartawan/

1. Karisma


Dalam Kamus besar Bahasa Indonesia, karisma dijelaskan sebagai keadaan atau bakat yang dihubungkan dengan kemampuan yang luar biasa dalam hal kepemimpinan seseorang untuk membangkitkan pemujaan dan rasa kagum dari masyarakat terhadap dirinya. Baik Jokowi dan Obama memiliki karisma yang mampu mendulang kepercayaan publik. Baik Jokowi dan Barack Obama sama-sama memiliki karisma yang mampu menarik perhatian pemilih. Saat pemilihan wali kota Solo, Jokowi memang fenomenal. Dia menduduki kursi wali kota Solo sejak 2005 setelah memenangkan kontestasi berduet dengan FX Hadi Rudyatmo. Dari persentase suara sah, Jokowi-Rudy mendapat 36,62 persen suara.Sebagai pasangan incumbent, Jokowi-Rudy kembali maju kontestasi pada 2010. Keduanya menang mutlak dengan perolehan sekitar 90 persen suara. Dari Solo, Jokowi bertarung di Jakarta. Karisma Jokowi mampu menaklukkan gubernur petahana Fauzi Bowo. Dalam dua putaran, semuanya dimenangkan oleh Jokowi.




Di Amerika Serikat, Barack Obama juga punya karisma yang mampu mendudukkannya di Gedung Putih empat tahun lalu. Sebelum mengalahkan John McCain, dalam nominasi capres Demokrat, Obama menaklukkan Hillary Clinton. Pada inagurasi sebagai Presiden AS 20 Januari 2009, sebanyak 1,8 juta orang datang ke National Mall di Washington dalam suhu dingin. Obama menjadi presiden dengan tingkat kepuasan mencapai 68 persen.

2. Suka musik rock



Gubernur DKI Joko Widodo dikenal menyukai musik. Namun, aliran musik yang disukai Jokowi bukan musik yang umumnya digemari para pejabat. Sebab, Jokowi menyukai musik metal. "Saya enggak bisa nyanyi, tapi saya suka musik metal, seperti Led Zeppelin," kata Jokowi saat ditanya aliran musik yang disukainya oleh wartawan di Monas, Jakarta, Minggu (28/10). Jokowi memang dikenal menyukai musik rock. Musik itu disukainya sejak ia masih ABG. Bahkan, salah satu yang dibawanya ke Jakarta saat ia terpilih menjadi gubernur DKI adalah kaset rock kesayangannya. "Saya cuma bawa baju dan kaset rock," kata Jokowi. Jokowi mengungkapkan mengapa dia membawa kaset kesayangannya itu. Sebab, di Jakarta semua sudah ada. Jadi yang dibawa hanya kaset koleksinya. "Ada 30 album kaset rock," ujar Jokowi.



Sementara Obama mengaku juga punya kesukaan pada musik rock. Belum lama ini Obama ditanya apa daftar lagu dalam iPod-nya, Obama menyebut nama Rolling Stones dan Bob Dylan. Sementara Bruce Springsteen, diketahui berkampanye untuk Obama.

3. Janjikan perubahan


Jokowi dan Basuki Tjahaja Purnama mengusung misi perubahan untuk Jakarta. Tagline kampanye keduanya pada Pilgub Jakarta baru lalu adalah Jakarta Baru. Artinya, Jokowi mengajak warga Jakarta untuk berubah dibandingkan dengan situasi pada kepemimpinan sebelumnya. Slogan Jakarta Baru mampu menarik perhatian pemilih. Dalam awal pernyataannya setelah menang, Jokowi mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Jakarta atas terselenggaranya Pilgub DKI yang tertib, lancar, jujur, bersih, aman, adil dan tidak ada masalah sekecil apapun. "Setelah ini kita semua ingin nantinya bergerak bersama-sama bersatu tidak terpecah-pecah dalam membangun kota Jakarta. Untuk Jakarta baru yang lebih baik," katanya.



Sama halnya dengan Jokowi, Obama juga menawarkan perubahan dibandingkan kepemimpinan George W Bush. Slogan kampanye Obama yang sangat populer adalah "Hope and change" alias harapan untuk sebuah perubahan.

4. Suka bakso


Gaya kepemimpinan Gubernur DKI Joko Widodo mengundang decak kagum. Kesan merakyat saat kampanye, terus dilakukan ketika sudah terpilih. Jokowi pun semakin sering turun langsung menemui warga. Salah satu momen yang paling diingat adalah ketika Jokowi bertemu warga di kawasan Kramat Jaya, Jakarta Pusat. Kala itu Jokowi mengajak warga menyantap bakso. Dia pun berjanji akan melindungi pedagang bakso serta masyarakat yang mengkonsumsi bakso.



Ternyata bakso memiliki kenangan khusus dibenak Presiden AS Barack Obama. Ketika menghadiri jamuan makan malam di Istana Merdeka, Obama disuguhkan makanan berbentuk bulat tersebut."And thanks for bakso, nasi goreng, emping, and kerupuk, semuanya enak," kata Obama dalam bahasa Indonesia kala itu. Obama yang pernah tinggal selama empat tahun di Indonesia ternyata memang menggemari bakso dan nasi goreng.

5. Postur langsing dengan kemeja putih digulung


Apa kesamaan Presiden AS Barack Obama dengan Gubernur DKI Joko Widodo? Memang secara kebangsaan dan silsilah jauh berbeda. Namun jika diperhatikan, secara fisik keduanya sama-sama berpostur langsing, tetapi memang Obama jauh lebih tinggi. Selain itu, dalam berpenampilan antara Obama dan Jokowi sama-sama doyan berpenampilan casual. Sering kali saat tampil di hadapan publik Obama dan Jokowi mengenakan kemeja putih lengan panjang digulung.
http://www.merdeka.com/peristiwa/5-k...gan-obama.html



Benarkah Prabowo 'titisan' Soeharto?
Rabu, 17 Juli 2013 03:44:00



Prabowo Subianto


Lembaga Survei Nasional (LSN) menempatkan Prabowo Subianto dengan tingkat elektabilitas calon presiden (capres) di urutan tertinggi dibanding calon lainnya. Menurut survei LSN, Prabowo mengingatkan rakyat pada sosok Soeharto. LSN juga merilis rakyat merindukan sosok berlatar belakang militer yang tegas. SBY, walau berlatar belakang militer, dinilai tak punya ketegasan. Sosok Prabowo memang berkali-kali disebut seperti Soeharto. Berikut persamaan antara keduanya yang dikumpulkan merdeka.com.

1. Sama-sama mantan Pangkostrad
Mayjen Soeharto menjabat sebagai Panglima Komando Strategis Cadangan Angkatan Darat dari 1 Mei 1963 hingga 2 Desember 1965. Dia tercatat sebagai komandan pertama prajurit baret hijau ini. Soeharto kemudian memimpin Kostrad dan pasukan RPKAD untuk menumpas Partai Komunis Indonesia. Dia juga yang mengambil alih pimpinan Angkatan Darat setelah peristiwa 30 September. Letjen Prabowo memimpin Kostrad 20 Maret 1998-22 Mei 1998. Hanya dua bulan Prabowo menempati posisi elite ini.

2. Punya prestasi bagus di militer
Soeharto memiliki latar belakang militer yang kuat. Prestasi militernya cukup menonjol. Soekarno adalah komandan lapangan Serangan Umum 1 Maret 1949. Dia memimpin TNI masuk ke kota Yogyakarta yang dikuasai Belanda. Serangan ini besar nilainya bagi perjuangan diplomasi. Mayjen Soeharto juga menjadi Panglima Mandala pembebasan Irian Barat tahun 1963. Setelah beberapa operasi militer dan perundingan, Irian Barat, kembali ke pangkuan RI. Sementara itu Prabowo Subianto masuk jajaran rising star di tubuh ABRI. Pasukan Kopassus di bawah pimpinannya berhasil membebaskan tim ekspedisi Lorentz yang disandera oleh Organisasi Papua Merdeka tahun 1995. Prabowo mendapat pujian dunia internasional.

3. Mencitrakan pemimpin prorakyat kecil
Soeharto dikenal sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat kecil. Dia kerap menyapa petani dan keliling pedesaan. Prabowo agaknya juga berusaha meniru Soeharto. Dia tercatat sebagai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Pidato-pidatonya selalu mencitrakan sebagai pemimpin yang peduli rakyat kecil dan mengusung ekonomi kerakyatan. Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini juga menjadikan ekonomi yang pro rakyat kecil sebagai tujuan perjuangannya. Hal ini tercatat dalam Enam Program Aksi Transformasi Bangsa Partai Gerindra 2014-2019. Pertama adalah membangun ekonomi yang kuat berdaulat, adil, dan makmur. Kedua melaksanakan ekonomi kerakyatan. Ketiga membangun kedaulatan pangan dan energi serta pengamanan sumberdaya air. Keempat meningkatkan kualitas pembangunan manusia Indonesia melalui program pendidikan, kesehatan, sosial dan budaya. Kelima membangun infrastruktur dan menjaga kelestarian alam serta lingkungan hidup. Keenam membangun pemerintahan yang bebas korupsi, kuat, tegas dan efektif.

4. Tersandung masalah HAM
Komnas HAM menyebut pembunuhan dan kekerasan 1965 sebagai kejahatan dan pelanggaran HAM berat. Soeharto dinilai salah satu yang peling bertanggung jawab dalam kasus itu. Komnas HAM memperkirakan paling sedikit jumlah korban tewas 500.000 orang. Sisanya ditahan tanpa pengadilan dan mengalami kekerasan secara semena-mena. Komnas HAM pun mencatat kasus penembak misterius di era Soeharto sebagai pelangaran HAM berat. Petrus menjadi alat Soeharto untuk menghabisi para preman yang meresahkan warga. Sementara itu Prabowo juga tersandung masalah HAM. Dia dituding terlibat penculikan aktivis tahun 1998. Para aktivis HAM dan LSM selalu menyerang Prabowo sebagai capres yang terlibat pelanggaran HAM.

5. Trah Cendana
Prabowo sempat menjadi bagian trah Cendana. Dia menikahi Siti Hediati Prabowo alias Titik Soeharto. Dia menjadi mantu Soeharto. Dari perkimpoian ini Prabowo dikarunia anak bernama Didit. Prabowo dan Titik kemudian berpisah. Hubungan Prabowo dan Cendana sempat memburuk karena putri-putri Soeharto menganggapnya sebagai pendukung reformasi.
http://www.merdeka.com/peristiwa/ben...salah-ham.html

---------------------

Pokoknya, presiden Indonesia itu memang seharusnya dari jawa, dengan initial nama yang selalu berakhiran vokal "O" ... seperti, Sukarno, Suharto, Joko Widodo, Prabowo Subianto, Wiranto, Pramono, Djoko Suyanto, Susilo, Yudhoyono, sebab nama-nama itulah yang akrab di telinga pemilih yang ber-etnis jawa, pemilih terbesar setiap ada pemilu dan pilpres di negeri ini.

Makanya mayoritas pemilih di pulau jawa itu agak terheran-heran ketika mendengar ada nama asing di telinga mereka, seperti Ical (presiden kok ical ... yang artinya 'lenyap' dalam bahasa jawa). Atau nama asing lainnya: Hatta Rajasa (ra' jasa itu dimaknai 'tak berjasa'). Jusuf Kalla (kalla dimaknai mereka 'kolo', bencana). Apa lagi nama aneh lainnya seperti Gita Wirjawan, Harry Tanoe, Surya Paloh, Anis Matta, Marzuki Alie, Surya Dharma, atau Dino Patti Djalal misalnya!