Menurut Sumber KPK, Sylvia Soleha Mengambil Uang Puluhan Milyar dari Proyek Hambalang

Menurut Sumber KPK, Sylvia Soleha Mengambil Uang Puluhan Milyar dari Proyek Hambalang
Fri, 18/10/2013 - 15:04 WIB


Sylvia Soleha

JAKARTA-Menurut Sumber KPK, Sylvia Soleha yang merupakan wanita di lingkungan Cikeas, dilaporkan mengambil Uang Puluhan Milyar dari Proyek Hambalang sehingga diperiksa oleh KPK belum lama ini. Benarkah? Dimana kini Sylvia dan pers bisakah memburunya agar mendapat jawabannya secara benar? KPK tentu tak main-main, KPK memang sudah memeriksa Sylvia Soleha, wanita Cikeas yang menurut Tempo, jadi misteri bagi publik..Tempo menyingkap tabir Sylvia dalam skandal Hambalang ketika Sylvia dioperiksa KPK. Beranikah Andi Alfian Mallarangeng mengungkap peran Sylvia alias ''bunda puteri sedang '' dalam kasus Hambalang ini? Sylvia Sholehah, ungkap Tempo, adalah salah satu nama saksi yang pernah diundang Komisi Pemberantasan Korupsi untuk dimintai keterangan ihwal perkara korupsi dana proyek sarana olahraga terpadu Hambalang, Bogor, beberapa waktu lalu.

Tapi masalahnya siapa dibelakang bunda putri Cikeas ini hingga ia begitu tampak sakti?

Menurut laporan intel Imouet, tidak bisa dipungkiri sejak 2005 Non Saputri (bunda putri kecil) sudah dekat dengan ibu Ani yudhoyono via Sylvia Soleha (Bunda Putri Hambalang atau Bunda Putri Sedang), dan hubungan Non Saputri selama ini pun selalu melewati Sylvia Soleha, istri purnawirawan polisi Purnomo yang juga Kepala Rumah Tangga Cikeas, yang konon kini ditiadakan karena kasus Hambalang dan korupsi sapi ini.

Sylvia disebut juga BUNDA PUTRI HAMBALANG atau yang dikenal dgn Bu Pur atau Sylvia Soleha , istri Purnomo kepala RumahTangga Cikeas.

Sylvia Soleha adalah teman dekat Ibu Negara Ani Yudhoyono. Sylvia juga sering terlihat berada dalam rombongan Ibu Negara, Ani Yudhoyono menghadiri berbagai kegiatan. Misalnya saat peringatan Hari Olahraga Nasional digedung Tennis Indoor dan lain sebagainya.

Karena kedekatannya dengan Ibu Negara itu, sudah bukan rahasia lagi banyak pejabat maupun pengusahatermasuk makelar proyek berusaha mendekati Silvia.

Menjadi tidak terkontrol ketika intensitas lobi para pejabat maupun pengusaha makin luas keinginannya. Sehingga sulit dibedakan mana yang “makelaran� dan mana yang bukan.

Ungkap Intel Imoet: WAHAI BAPAK HAKIM, HENTIKANLAH KEPURA-PURAANMU TTG SIAPA BUNDA PUTRI ITU! YG KAMI TUNGGU PERINTAHMU PADA JAKSA(KPK) HADIRKAN BUNDAPUTRI KECIL (NON SAPUTRI), DENGAN DEMIKIAN AKAN TERBONGKAR BUNDAPUTRI SEDANG (SYLVIA SOLEHA alias Budan Putri Hambalang) HINGGA BUNDAPUTRI BESAR (ANI YUDHOYONO)!!! Sejarah akan mencatat semua yg anda lakukan ttg kasus ini Bapak Hakim.

Menurut Intel Imoet, banyak kelompok yang bermuara ke Cikeas yg bermain dalam proyek2 besar! tapi tampaknya kelompok Ani Yudhoyono-lah yang paling sakti, contohnya Hambalang mereka bisa menghantam kelompok Nazarudin bahkan kelompok Banggar DPR yang dikoordinir Angelina Sondakh juga, dan salah satunya dikasus yang terkait Daging Sapi ini. Konflik itu sebenarnya menguak ke kalangan elit ketika kelompok departemen rumah tangga Cikeas berkonflik dengan kelompok departemen Majelis Zikir Cikeas Haji Susu.

''Yang saya katakan, kelompok departemen rumah tangga Cikeas ini sangat sakti! Selain mafia proyek mereka juga mafia anggaran,'' kata Intel Imoet, penulis di kompasiana Kompas..

Tapi, ujarnya, saya ingatkan, untuk lebih menjerat mafia proyek dan anggaran departemen rumah tangga ini lebih mudah di hambalang, karena sdh terbukti dengan jelas Sylvia Soleha lah yg menkondisikan semua elemen, baik politisi , pejabat pemerintah maupun kontraktor pelaksananya.

Dan yang lebih penting, ujarnya lagi, demi keselamatan Non Saputri dlm waktu dekat keberadaannya sdh harus dapat di klarifikasi! Jika tdk KPK harus bertanggung jawab akan terjadinya sesuatu padanya.

Karena pada hakikatnya bunda putri itu ada 3, Non Saputri yang dikomandoi Sylvia Soleha dengan restu Ibu Ani.

Ketua Fraksi Partai Hanura Syarifudin Sudding meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pengadilan Tipikor Jakarta memanggil Bunda Putri.

Menurut dia, kesaksian mantan Presiden Partai Kedilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) harus dibuktikan. Sebab, hal itu guna penegakan hukum serta untuk mengungkap tuntas tindak kejahatan korupsi daging sapi impor di Kementerian Pertanian tersebut.

"Kesaksian Luthfi Hasan Ishaq di pengadilan harus dibuktikan, sosok bunda putri yang disebut orang dekat Presiden SBY harus dipanggil dan dihadirkan di pengadilan," kata Sudding, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (17/10/2013).

SIAPAKAH AKTOR UTAMA HAMBALANG YANG DISELAMATKAN KPK ITU?

Ia adalah BUNDA PUTRI HAMBALANG atau yg dikenal dgn Bu Pur atau Sylvia Soleha, istri Purnomo kepala RumahTangga Cikeas.

Sylvia Soleha adalah teman dekat Ibu Negara Ani Yudhoyono. Sylvia juga sering terlihat berada dalam rombongan Ibu Negara, Ani Yudhoyono menghadiri berbagai kegiatan. Misalnya saat peringatan Hari Olahraga Nasional digedung Tennis Indoor dan lain sebagainya.

Karena kedekatannya dengan Ibu Negara itu, sudah bukan rahasia lagi banyak pejabat maupun pengusaha termasuk makelar proyek berusaha mendekati Silvia.

Menjadi tidak terkontrol ketika intensitas lobi para pejabat maupun pengusaha makin luas keinginannya. Sehingga sulit dibedakan mana yang “makelaran� dan mana yang bukan.

Dan itu semua terbukti ketika Sylvia terungkap berperan sebagai TOKOH YG MEMPENGARUHI kebijakan politisi dan pejabat pemerintah akan terlaksananya proyek hambalang ini,

Selain itu Sylvia Soleha juga terungkap berperan sebagai aktor yg bisa mengkordinasi politisi , pejabat pemerintah dan kontraktor proyek “Hambalang.(tokoh dibalik PT Adhi Karya, seperti halnya NAZARUDIN tokoh dibalik PT.DGI.).

Sungguh luar biasa. tepat kata LHI Bunda Putri ‘Mengkondisikan’ Para Pengambil Keputusan
Sumber:
http://www.republika.co.id/berita/na...mbil-keputusan

JEJAK REKAM SYLVIA SOLEHA DALAM KASUS HAMBALANG

Sylvia Soleha kali pertama disebutkan dalam laporan investigasi terhadap Mindo Rosalina Manulang, mantan direktur pemasaran PT Anak Negeri, perusahaan yang dimiliki oleh mantan bendahara Demokrat Nazaruddin.

“Wafid Muharram (mantan Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga) mengatakan, ada seorang pengusaha yang direkomendasikan oleh Angelina Sondakh (mantan anggota DPR dari Partai Demokrat) yang ingin mengambil proyek tersebut, � ujar Mindo seperti dalam salinan laporan yang baru-baru ini dimuat The Jakarta Post.

“Dan ada juga seorang pengusaha yang direkomendasikan oleh departemen rumah tangga Cikeas. Tapi saya lupa namanya,� tambah Mindo dalam laporan tersebut.

Dalam audit BPK itu, tertulis ada tiga orang dekat Presiden SBY turun langsung meyakinkan para pejabat berwenang agar mengubah kontrak single year menjadi multiyear.

“Pada saat proses permohonan sekitar Oktober 2010, WM mengaku diyakinkan oleh pihak-pihak yang dapatmembantu proses multi years ke Kementerian Keuangan, yaitu SSH(SYLVIA SOLEHA), WWS (Widodo Wisnu Sayoko anak Sylvia Soleha) dan AGU (Arif Gundul) ,� demikian kalimat hasil audit investigasi Hambalang jilid II, halaman 37

Audit itu juga menerangkan bagaimana IR mengenalkan SSH(SYLVIA SOLEHA) kepada WM setelah SSH menghadap AAM. IR mengantarkan SSH ke ruang kerja WM dengan menjelaskan bahwa SSH akan meminta pekerjaan di Kemenpora sesuai dengan petunjuk dan persetujuan AAM.

Dari situ, AGU dan WWS kemudian kerap melakukan koordinasi dengan WM sebagai tindaklanjut dari pekerjaan yang akan diberikan kepada SSH. AGU dan WWS sendiri disebut dalam LHP jilid II itu adalah orang yang diminta SSH (SYLVIA SOLEHA) secara khusus untuk membantu proses pengurusan kontrak tahun jamak (multi years) proyek P3SON.

“WM mengaku pernah mendapatkan penjelasan dari AGU dan WWS bahwa SSH telah melakukan komunikasidengan pihak Kementerian PU dan Kementerian Keuangan, termasuk melakukan komunikasi dengan AR dan ADWM.�

Inisial SSH sendiri merujuk pada Sylvia Sholehah atau Bu Pur. SSH adalah istri Kombes Pol (Purn) Purnomo D Rahardjo yang juga kepala rumah tangga Cikeas. Sementara WWS Widodo Wisnu Sayoko adalah anak dari Bu Pur.

WM adalah inisial dari mantan Sekretaris Menpora Wafid Muharam. AAM adalah mantan Menpora Andi Alfian Mallarangeng. Adapun ADWM adalah inisial Agus Dermawan Wintarto Martowardojo atau Menteri Keuangan yang kini menjadi Gubernur Bank Indonesia, dan AR adalah inisial Anny Ratnawaty, mantan Dirjen Anggaran Kemenkeu yang kini menjadi Wakil Menteri Keuangan.

SUMBER:
http://www.merdeka.com/peristiwa/sia...hambalang.html

TERUNGKAP JELAS DALAM BERITA ACARA PEMERIKSAAN (BAP) KPK (11/10/2012) ATAS NAMA MINDO ROSALINA MANULLANG , DAN BERKAIT DGN KETERANGAN PARA SAKSI

Sejak Oktober 2012 sebenarnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah mencoba, melakukan validasi adanya dugaan keterlibatan “klan Cikeas� pada proyek di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). KPK juga mencari tahu siapa orang dekat Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) sesuai pengakuan mantan Direktur Marketing PT. Anak Negeri, Mindo Rosalina Manullang yang diduga terlibat dalam proyek Hambalang.

Berita Acara Pemeriksaan (BAP) KPK (11/10/2012) atas nama Mindo Rosalina Manullang tersangka kasus suap wisma atlit SEA Games, Jakabaring, Palembang menyebutkan, “Bagian Rumah Tangga Cikeas� menitipkan pengusaha untuk menangani proyek di Kemenpora.

BERIKUT KUTIPAN BAP TERSEBUT:

Sehubungan dengan keinginan Muhammad Nazaruddin untuk mengambil alih proyek-proyek dari Kementerian Olah Raga dari Paul Nelwan, saya sempat menyampaikan kepada Paul Nelwan bahwa Muhammad Nazaruddin berniat mengambil beberapa proyek pengadaan di Kementrian Olahraga dan untuk itu Muhammad Nazaruddin siap mengganti semua biaya yang sudah dikeluarkan oleh Paul Nelwan.Saat itu Paul Nelwan menjawab “Nggak bisa begitu, terus kalau mau ikut dalam kegiatan coba nanti kita lihat siapatahu masih ada proyek-proyek peralatan�. Jawaban ini saya sampaikan kepada Muhammad Nazaruddin dan Nazaruddin hanya menjawab, “ya sudah�. Kemudian Muhammad Nazaruddin memerintahkan saya lagi untuk menemui Wafid Muharram. Beberapa hari kemudian saya bertemu dengan Wafid Muharram menanyakan apakah masih ada proyek yang dapat dikerjakan, dan saat itu Wafid Muharram menyarankan agar saya menanyakan kepada Angelina Sondakh, karena Wafid Muharram menceritakan bahwa ada juga pengusaha yang ingin mengerjakan proyek di Kemenpora yang direkomendasikan oleh Angelina Sondakh dan ada juga pengusaha yang direkomendasikan oleh Bagian Rumah Tangga Cikeas yang namanya saya lupa.

Atas hal tersebut saya melaporkan kepada Muhammad Nazaruddin memang ada pengusaha yangdirekomendasikan oleh Bagian Rumah Tangga Cikeas. Dan saat itu Muhammad Nazaruddin mengatakan nanti akan saya cek orang tersebut.

Beberapa hari kemudian, saya menemui Angelina Sondakh membahas proyek di Kemendiknas dan pada saatpertemuan akan selesai saya menyampaikan pesan Wafid Muharram apakah Angelina Sondakh merekomendasikan kepada Wafid Muharram seorang pengusaha untuk mengerjakan proyek di Kemenpora dan saat itu Angelina Sondakh mengatakan tidak ada. Kemudian saya juga menyampaikan kepada Angelina Sondakh kalau kemarin menyampaikan bakwa ada pengusaha yang direkomendasikan oleh Bagian Rumah Tangga Cikeas dan saya bertanya kepada Angelina Sondakh dan saat itu Angelina Sondakh mengatakan tidak kenal

BAP ini dibuat saat penyidikan kasus korupsi untuk tersangka Angelina Sondakh. Rosa juga telah dihadirkansebagai saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) untuk Angelina. Sementara Wafid juga diperiksa oleh KPK untuk menjadi saksi dalam kasus korupsi pembangunan pusat olahraga Hambalang.

Sudah jelas konstruksi kasus Hambalang merujuk keterangan saksi dan tersangka setelah diperiksa KPK, mulaidari Nazaruddin, Angelina Sondakh, Andi Mallarangeng, Anas Urbaningrum, sampai ke Lisa Lukitawati dan lainnya, sebenarnya semua berangkat dari Cikeas yg diwakili oleh Sylvia Soleha ini.

bukti2 yang ada dan keterangan saksi-saksi saling berkaitan akan peran aktor utama hambalang ini Sylvia Soleha (bunda putri hambaang)! Bukanlah seperti alasan samad terkait bunda putri daging sekarang ini!! Ketua KPK: Keterangan ‘Bunda Putri’ Tidak Didukung Bukti dan Fakta
http://jaringnews.com/politik-perist...ukti-dan-fakta

Andi Ditahan KPK, Rizal Mallarangeng Protes
On 17 Oct 2013

itoday – Adik kandung Andi Mallarangeng, Rizal Mallarangeng mempertanyakan keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menahan Andi sebagai tersangka kasus korupsi Hambalang Sport Center. Di gedung KPK, Rizal menyatakan bahwa hari ini, Kamis (17/10), KPK telah menahan orang yang tidak bersalah. Menurut Rizal, tidak ada dasar yang cukup untuk membuat dan menahan mantan Menpora itu. Kendati demikian, Rizal mewakili keluarga besar Mallarangeng, menerima penahanan Andi. Rizal berharap kasus Andi segera disidangkan agar dakwaan yang dirumuskan KPK bisa diketahui . Diberitakan sebelumnya, KPK telah menahan tersangka kasus korupsi Hambalang, Andi Alfian Mallarangeng di Rumah Tahanan (Rutan) KPK selama 20 hari pertama.
http://www.itoday.co.id/politik/andi...rangeng-protes

-------------------------------------------------------

Mudah-mudahan aja KPK mendengar keberatan ini